Tuesday, October 16, 2007

patah hati...

aku sedang mengumpulkan keberanian untuk bisa memilih jalan terjal bersamamu. namun, aku juga sadar, waktu tak bisa menunggu. aku menghormati keputusanmu, mencabut panah cupid dari hatimu....
(di luar hujan turun dan waktu berputar)
==

usai sudah semua berlalu
biar hujan menghapus jejakmu
terus melangkah melupakanmu (peterpan, menghapus jejak)

Wednesday, October 10, 2007

kangen..

aku kangen rumah.
kangen mencium pipi bapak dan ibu.
bermain karet dengan adik perempuanku

aku kangen rumah
diomelin ibu karena telat shalat isya
dinasehatin bapak karena melewatkan ba'diyah maghrib

aku kangen rumah
dirayu-rayu adik kecilku, "Mas, sepatuku wis sempit ki!"

aku kangen rumah
berkebun dengan Bulik
belanja ke pasar....

aku kangen rumah...

lebaran, 2 tahun kemaren aku menangis karena tidak bisa pulang
dua hari lagi, lebaran, dan aku tidak bisa pulang (lagi)
tidak bisa tidak: aku pasti nangis lagi

aku bener-bener kangen rumah....

ketakutan tak berujung

begitu susah meyakinkan diri bahwa aku adalah orang yang bisa membahagiakan orang lain. Kenapa?
karenaku, tangis begitu mudahnya mengalir dari mata (orang-orang yang kusayangi). Kenapa?
aku takut untuk bersikap layaknya seorang yang menyayangi dengan sepenuh hati. Kenapa?
sungguh-sungguh EGOIS & TAK TAHU DIRI!

Wednesday, September 26, 2007

belum ketemu judulnya #1

”Aku capek Mas! Aku kan cuma manusia biasa!” ujarnya sambil terisak di bahuku
”Iya, manusia biasa. Mas tahu kok!” kataku sambil membelai kepalanya. Berharap bisa sedikit memberi sedikit ketenangan.

Ini bukan yang pertama kalinya dia terisak di bahuku. Hari ini, di ruang tamu, genap sudah dua setengah tahun, bahuku ini kurelakan untuk menjadi tumpahan air matanya. Dan aku semakin mencintainya. Gizcha, gadisku kecilku.

”Kamu sudah makan Mas”
”Sudah, tadi di jalan. Kamu laper ya?”
”He’eh”
Hidungnya yang kecil masih berwarna merah ketika kuusap
”Kumasakin, mau? Bakmi Jawa ala Mas Ganteng-mu iki, gelem ora?”
Gelem, tapi gendong ya”
Tangannya bergerak cepat, melingkar di tubuhku. Kucium keningnya
Supergirl kok alemane ngalahne kucing”
”Ah...dah dibilangin, ndak suka jadi supergirl

Aku tersenyum. Muka merajuk itu terlihat begitu memesona..

(Obrolan pun bergeser setting ke dapur dan ruang makan)


Note:
gelem ora : mau tidak?
gelem : mau
alemane : manjanya
ngalahne: ngalahin

Tuesday, September 25, 2007

last hope

akan tiba saat dimana
huruf tak lagi terangkai menjadi kata
titik tak lagi terhubung menjadi garis
dan, pentas kehidupan tertutup layarnya
saat itu, aku ikrarkan janji kesekian ribu kalinya
”akan ada lagi sekuel cinta kita, yang abadi, tanpa jerat kenisbian”

Monday, September 24, 2007

sebuah jeda

Akhirnya...
Sebuah keputusan -yang sepertinya- sepele tapi cukup berat harus saya ambil: Keluar dari Milis Kuliah (!)

Terima kasih, kepada saudara/saudari NN yang telah merepotkan diri untuk mengirimkan bermacam sms dan email pribadi di sebulan terakhir ini, untuk ”mengingatkan” saya

Akhirnya...
Semua memang untuk kebaikan bersama..

Thursday, September 13, 2007

my journey..

Aku ingin dia
Ndak yang lain
!!!
Tak bolehkah
Tak bisakah
???
Ngga dibagi
Sungguh
!!
Bagaimana
Pake cara apa
??
Hanya ini yang tersisa: ! & ?

Ah, perjalananku masih sangat panjang
Tapi aku ingin mengakhirinya di sini..

aku ingin jari-jarimu menyentuh keningku...
(i love you [!] dan ini makin menggila.. but can we? no, not we, can i?)
**
matahari pagi dan embun yang dingin hari ini
oh indahnya..
ku harus memulai kerinduan lagi hari ini
karena kangenku memang tak tahu malu
apalagi kalau sedang diracun madu
tolong aku... ku tak tahu... oh ku tak mau tahu...

tapi memang senyummu selalu hantuiku
walau ku tak tahu hatimu
oh please jangan pernah kau berhenti hantui aku

hari ini.. oh sejuknya
engkau masih disini isi lamunanku hari ini
oh biar hatiku memang tak mau tahu
apalagi kalau sedang dimabuk rindu
tolong aku...aku mau..ketemu lagi kamu

tapi memang dirimu selalu hantuiku
walau ku tak tahu hatimu
oh please jangan pernah kau berhenti hantui aku

tapi memang dirimu selalu hantuiku
walau ku tak tahu hatimu
oh please jangan pernah kau berhenti

tapi memang dirimu selalu hantuiku
walau ku tak tahu hatimu

oh please jangan pernah kau berhenti hantui aku (hantui aku; letto)