Friday, January 11, 2008

sammy...

Ngga tau darimana dan bagaimana ceritanya tapi semua homo sapien yang kukenal yang bernama SAMUEL bla..bla.. PASTI nama panggilannya ”SAMMY.” Mleset-mlesetnya ”SAM” tapi itupun jika dipanjangin, jadinya tetep ”SAMMY”.

Pun demikian dengan NOVI/NOVA..apapun lah, yang dimulai dengan N.O.V. dan asal cowok (!), bisa dipastikan dipanggil ”NOPEK.”

Eh satu lagi, ”MEEWA” (dibaca dengan nada manja: MIIIW..WAAA...). Kalo ini nemplok di cewek yang punya nama MIRA.

the unspoken love

dada berdesir
jantung berdegup kencang, berlompatan
muka bersemu merah
terbata dalam kata

itu aku, dek..
ketika melihatmu pertama kali, kedua kali, dan yang ke kali-kalinya.
jangan bosen ya..
aku mencintaimu... ;)

Wednesday, January 9, 2008

alarm-alarm kesadaran

Nama: Dadang
Umur: 42 tahun
TTL: Garut, xx-xx-65
Status: Menikah, 2 anak
Pekerjaan: Pemulung

Nama: Bedjo
Umur: 27 tahun
TTL: Kebumen, xx-xx-80
Status: Lajang
Pekerjaan: Tukang Siomay

Nama: Babah
Umur : 47 tahun
TTL: n.a.
Status: Menikah, 5 anak
Pekerjaan: Tukang Sol Sepatu

Ketiganya kutemui di waktu yang berbeda. Ketiganya adalah alarm kesadaran bahwa hidup adalah perjuangan. Mengajariku tentang lantunan syahdu syukur...

Tuesday, January 8, 2008

Qee & Zee

2nd Chapter: SMP
Tidak ada lagi Zee. Zee pergi ke luar kota. ”Bapaknya dipindah tugas ke Surabaya,” begitu suara burung yang datang ke telinga Qee.

”Zee. Z.E.E.” Qee mengeja nama itu dengan sepenuh hati ketika Guru Bersanggul yang mengajar kelas Inggris memintanya mengeja sebuah nama.
”Who is Zee?”
”Ndak tahu Bu. Datang begitu saja”
”Speak in English, Please!”


[”Zee..di mana kamu?” keluh Qee dalam hati]

(Di saat yang bersamaan di Surabaya. Dua ABG berjalan di keramaian Mall, bergandengan. Mereka: Zee dan Boo).

dark side #1

Seminggu lalu, saya bergelut dengan lambung yang terluka. Muntah menjadi menu wajib setiap malam, selama (kira-kira) 3 hari. Akibatnya badan lemes, dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tapi, Alhamdulillah, Tuhan Maha Baik, di hari keempat jempol saya mulai dikasih sehat, jadi bisa sms-an, terutama dengan Si Pacar :D

Di malam kelima, saya mendapati diri sedang ”dimarahi” oleh seorang teman. Masalahnya, bahkan dalam sms-an pun, saya (kata teman tadi) suka sekali mengalihkan bahan pembicaraan ketika mulai mengarah ke masalah pribadi (saya). ”Berasa diri ini tidak penting!” sungut sang teman.

Saya jelas tidak enak hati membacanya. Saya pun berkelit sana-sini. ”Emang tidak pantas untuk dimengerti kok,” balas saya lewat sms, ketika dia mengeluhkan sikap saya yang seolah tidak memberi ruang baginya untuk bisa ”lebih memahami” saya.

Seminggu dalam diam..

Sore tadi, saya membuka kotak memori, di sana ada coretan lama:

tahu apa kau tentang cinta
sementara kau tak pernah membagi duka
tahu apa kau tentang cinta
sementara yang kau beri hanya air mata bahagia?


Maaf ya, tiada maksud....

Thursday, January 3, 2008

pulang...

Di sebuah bis, dua minggu kemaren.

Opo iki seng jenenge
Wong kang lagi ketamon asmoro
Roso ora biso lali
Isuk, awan, wengi, tansah mbedo ati..

(Beginikah rasanya, ketika cinta menyapa [datang mengunjungi hati]? Siang-malam, bayang[mu] hadir selalu)

Matur nuwun Gusti, kulo wangsul...

satu sayap #2

aku meniti diam, berharap, menghantarku padamu di ujung sunyi
aku tahu kok, meski rasa ini pasti, kau tak kan pernah mengerti

tanpa tanda petik, tanda seru, apalagi tanya
aku mencintaimu...