Dua ahad kulalui Depok-Bogor, bertemu dengannya. Gadis kecil, tak sampai 6 tahun. Berkulit kusam, rambut dikepang, dengan sorot mata yang tajam. Aku bisa melihat bahwa gerbong kereta telah memahat raut wajahnya menjadi keras, kaku, zonder keceriaan. Tak lama terdengar suara kecilnya, ”Kamulah mahluk Tuhan yang paling seksi. Ah..ah...”. Tubuhnya bergoyang, meliuk, di hiruk pikuk laju kereta.
Monday, July 7, 2008
dua ahad
Dua ahad kulalui Depok-Bogor, bertemu dengannya. Gadis kecil, tak sampai 6 tahun. Berkulit kusam, rambut dikepang, dengan sorot mata yang tajam. Aku bisa melihat bahwa gerbong kereta telah memahat raut wajahnya menjadi keras, kaku, zonder keceriaan. Tak lama terdengar suara kecilnya, ”Kamulah mahluk Tuhan yang paling seksi. Ah..ah...”. Tubuhnya bergoyang, meliuk, di hiruk pikuk laju kereta.
Friday, July 4, 2008
diskusi cinta
Entah kebetulan atau tidak. Di Kompas, Ahad kemaren, Samuel Mulya menulis tentang Cinta di kolomnya. Pada saat yang hampir bersamaan aku dan seorang teman sedang berdiskusi tentang cinta.
Cinta itu tidak bisa dicegah datangnya, tapi bisa diarahkan, karena cinta itu hanya sebuah reaksi kimia.
How? Bagaimana? Cinta datang dengan cara yang misterius. Love never has logical explanation. It goes beyond…
Dua persepsi yang berbeda. Aih, cinta, kini, bagiku, terdengar seperti data: “dia tak pernah berdusta, manusia lah yang memanipulasinya”
Kamu?
Thursday, July 3, 2008
langkah kedua
Malam ini aku mulai dan mencoba menulis lagi. Sedikit demi sedikit. Melangkah untuk yang kedua. Doakan ya...
yen neng tawang ono lintang
Dari ruang depan terdengar, ”Inna lillahi wa inn ilaihi rojiuun..!”
Kami: aku, dua orang adek perempuanku, mbakku dari Jogja, dan my little nephew: dzaky, berlari ke luar rumah. Bulan sedang tidak ada. Tapi di tawang, sejuta bintang bersinar. Terang, sangat terang... Luar biasa, indahnya!
Wednesday, May 14, 2008
main hati...
Kalimat spontan dari mulut seorang teman ini membuat cumi bakar yang sudah sampai di depan mulut, urung masuk, dan kembali ke piring. Ini dia gara-garanya:
Seribu wanita yang pernah singgah
Hanya datang dan pergi dan tak ada hati
Kau pun datang ada yang berbeda
Mengapa begini apa yang terjadi
Tak pernah sebelumnya
Tak pernah ku duga
Ku akui ku main hati (ku main hati 2x)
Ku tak bisa tuk memungkiri
Ku main hati
Bersamamu ku rasakan
Yang tak pernah kurasakan sebelumnya
Pencarianku berakhir
Karna ku tlah temukan dirimu
Ku main hati ... Ku main hati
Ku main hati ... Ku main hati (main hati; andra & the backbone)
Dalam hati, aku membatin,”Emang cuman elu..!”
Monday, May 12, 2008
puisi cinta anak programming
puisi ini nongol, secara dadakan, karena "panas hati" membaca puisi cinta anak manajemen yang lucu. "Harusnya ada versi programmingnya," pikir saya... :D
===
Mentari pagiku
Semburat jingga mewarnai OBB-mu
Membuatku tidak bisa lepas dari segmen pertamamu
Rembulanku
Minute by minute kunikmati hadirmu, di sampingku
Meskipun dari planning & schedulling kutahu hanya tiga puluh menit durasimu
Cinta..
On air lah selalu di hatiku
Dan biarkan commbreak itu menunggu
Sayang..
Senyummu adalah top ratingku
Maka, ijinkanlah aku meng-akuisisimu
Thursday, April 24, 2008
Ikan Asin Sambal Hijau
“Bawang putih, garam, cabe rawit ijo dan ikan asin. Gampang to?”
Itu kalimat Mamah ketika kutemani membuat menu makan di siang yang terik: Ikan Asin Sambel Hijau. Itu menu, dikombinasikan dengan Nasi Hangat dan segelas Jus Jambu-Jeruk, hasilnya = Mak Nyus….