Friday, June 4, 2010

matahari dan bumi

"dan pada saatnya, akan ada matahari dan bumi, yang sayangku kepada mereka, melebihi sayang mereka padaku"

Aku yakin, Matahari itu ber-gender laki-laki, seyakin bahwa Bumi itu perempuan.

breaking dawn

akhirnya... tidak, ini bukan akhirnya. Ini adalah (semoga) awal baru dari sebuah masa hibernasi yang sangat lama (fiuh... lebih dari setahun aku tidak menyentuh blog ini).

Terlalu banyak hal yang blog ini lewatkan: pulang kampung, perpisahan dengan si Ega, hadirnya Bila -bidadariku, hingga perjalanan tangis-tawa; sedih-bahagia yang tidak bisa dihadirkan. Aku memberi terlalu banyak ruang untuk kemalasan dan alasan2 pembenarnya.

Tulisan ini, (seperti judul terakhir novel 4 babak yang baru saja selesai kubaca) adalah breaking down.


Thursday, May 28, 2009

esem-mu, pait madu

Kalo saja ada istilah orang Jawa yang "durhaka" maka bisa dipastikan ingsun ini ada di antrean terdepan yang terancam katut stempel ini. Yaiyalah, lha wong meskipun Jawa, tapi ingsun ini sama sekali ga njawani. Satu-satunya yang menyelamatkan mungkin logat jawa yang memang sudah gawan bayi.

Nah, demi mengeluarkan diri dari antrean terdepan, ingsun dengan penuh kesadaran diri mencoba untuk belajar lagi tentang jawa. Pelajaran pertama: Boso Jowo.

Untungnya –ini khas wong Jowo, meskipun “kesusahan” selalu ada untungnya :D – lingkungan dan suasana baru ingsun sekarang ini sangat mendukung. Ingsun bisa belajar lagi how to speak Kromo Inggil, langsung dengan native speaker: Bapak-Ibu, atasan, teman sekantor. Bahkan, orang yang baru kenal pun bisa menjadi native speaker, kayak kemaren itu. Lagi enak-enak nongkrong di depan rumah, tiba-tiba ada orang tanya, “Nyuwun sewu, menawi badhe ten Komplek X, medhal pundhi nggih?”. Tuh kan? Pokoke di sini banyak banget native speaker :D .

Kemudahan itu, ndak cuman di soal speaking. Soal written juga. Di sini “artefak-artefak” Jawa masih bisa dijumpai. Yang paling keren, tentu saja: Uleman.

Hahaha... waktu pertama kali baca, ingsun tidak bisa menyembunyikan rasa takjub. Bayangkan, ada uleman (surat undangan, red) yang ditulis dengan Bahasa Jawa Alus, yang bisa membuat ingsun dengan khusyu’ mengernyitkan dahi, sambil mbathin, “Nek aku sing nggawe, butuh wektu sedinoan, gung mesti kelar. Edan tenan.” :D

Dua minggu, Boso Jowo ingsun, Alhamdulillah, pulih kembali. Yach, Oral: Fluent, Written: so so lah, hahaha....

Jadi, cekap semanten atur kawulo. Menawi wonten kalepatan, nyuwun samudraning pangaksami.
.
.
.
.
.
.
.
...

Eh, eh, ada additional note nih. Kemaren, ingsun membaca buku pintar bahasa Jawa, buku pendamping untuk Boso Jowo kelas dasar. Di sana ingsun ketemu lagi ama yang namanya Parikan, Saloka, Paribasan, Kretho Boso, lan liya-liyane.

Sehingga, menutup jumpa kita di sini, ijinkan ingsun menulis hal indah tentang panjenengan, Cah Ayu:

wedhang bubuk, gulo jowo. Yen wis pethuk, ati lego
tuku dingklik neng serayu. Esem-mu, Dik, pait madu ;)

Wednesday, May 27, 2009

bangku kosong

Bukan. Ini bukan tentang sebuah film ber-genre horror itu. Ini tentang sebuah bangku kusam di sebuah ruang yang menyisakan kenangan. Bangku yang kini telah kosong. Bangku yang meskipun tak lagi berpenghuni, mampu dan masih terus membuat kepalaku tak pernah berhenti menoleh sesaat untuk melihat sekejap ke arahnya. Berharap melihat keberadaanya.

Bangku itu kini kosong. Tidak ada jaket yang tersampir dan sebuah tas di atasnya. Bangku itu kosong. Meninggalkan rongga di hati....

Wednesday, April 8, 2009

rain can't wash away (2)

Jangan pernah percaya, hujan bisa menghapus jejak. Yang ada, kamu akan semakin didera (luka).

aku telah terbiasa sesak napas
menghirup luka
aku akan meyakinkanmu
meski dengan napas yang tersengal
KAMU SALAH MENILAIKU

aku tidak pernah bisa percaya hujan bisa menghapus luka


Mudah saja bagimu
Mudah saja untukmu
Andai saja.. Cintamu seperti cintaku

Mudah saja bagimu
Mudah saja untukmu
Coba saja lukamu seperti lukaku (So7)

syndrome...

Membayangkan senin, di saat long weekend menanti, membuatku ”membenci” minggu ini.....
Ahai, keliatan banget ya, malesnya :D

= i hate Monday, mode on ;) =

quick count

Besok, jika tidak ada aral, adalah hari besar: PEMILU LEGISLATIF 2009. Bukan. Saya tidak -lebih tepatnya belum- ingin membicarakan siapa yang menang dan kalah. Ada hal lain yang menarik perhatian saya, yaitu QUICK COUNT (QC).

QC, menjadi menarik karena di sinilah saya bisa menyaksikan the real battle dari beberapa lembaga riset (LR). Mereka kini akan beradu cepat dan tepat. Ini adalah pertaruhan besar. Berbeda dengan riset ”independen” yang biasa mereka lakukan, QC praktis menutup ruang untuk ”manipulasi data” karena di ujung akhir penghitungan ada data pembanding (yang menjadi parameter utama) : penghitungan manual KPU. Nggak usahlah sampai hasilnya berbeda. Cukup dengan hasil QC yang memiliki gap terlalu lebar dengan hasil KPU, maka dipastikan kredibilitas dan kapasitas LR akan dipertanyakan. Dari sisi bisnis, jelas ini kruisal karena kredibiltas dan kapasitas adalah jualan utama dari sebuah LR. Dan, ketika kedua hal ini diragukan maka bukan tak mungkin mimpi buruk tutup buku akan menjadi kenyataan.

Menarik, bukan?


PS: jangan lupa, ayo nyentang!