Aku ndak bisa lagi menyombongkan diri, berkata bahwa, “aku baik-baik saja”, karena nyatanya aku tidak (sekuat itu)…
Friday, March 28, 2008
berharap pulih
Aku ndak bisa lagi menyombongkan diri, berkata bahwa, “aku baik-baik saja”, karena nyatanya aku tidak (sekuat itu)…
Tuesday, February 5, 2008
akhir episode kita
Mas, duh…tau ga, kelamaan di sini membuat ade’ susah ngomong Mas…hihihi..lucu kali ya, kalo ade’ manggil mas dengan Aa, hehehe, Aa Pram…hmm…ga pantes ah! Enakan mas Pram! :D
Mas, masih inget dengan rumah mungil yang dulu kita impikan? Kemaren ade’ nemu! Duh, cantiknya… Mas mesti liat deh! Jadi ya Mas, itu rumah: mungil, halamannya tidak terlalu luas tapi cukup untuk kamu berkebun bunga (hm..aku kangen bau keringatmu ketika berkebun Mas :D ), mbakar sate, dan… bermain dengan dua (calon) peri kita (nanti)..
Oh ya, kamu dapat salam dari teman-temanku. Mereka penasaran. Kata mereka, “Kayak apa orang yang sudah bisa bikin kamu kangen gila kayak gini?” Yang paling parah si Dhea, dia sampe ngacak2 tasku, ngecek makan-minumku, “Jangan-jangan Lu dipelet?”
Hahaha…
Satu lagi! Ade’ dapat buku bagus. Nti, ade kasih liat. Ini hasilnya:
ketika kamu melangkah pergi
ketika itu pula kangenku menghentak
tak berhenti
yang tertinggal hanya..
senyummu yang abadi..
gimana??? (blushing mode on)
Mas, aku K.A.N.G.E.N,
Ade’
(Milikmu, Selalu :D )
[surat khayalanku: untukku darimu, dari seberang sana. Tergenggam erat di tanganku. Lekat, selekat pandanganmu ketika mengirim undangan pernikahanmu, dengannya….]
Monday, February 4, 2008
tanpamu (lagi)
Friday, February 1, 2008
kangen 'kan membawamu pulang kembali
I’ll be all right kok
karena hatimu aman di sini
di hatiku
pergilah..
pintaku, berhati-hati lah
hujan di luar deras sekali
pergilah, ke tempat yang kau ingin
aku baik-baik saja kok
karena rumahmu di sini..
pergilah bersama bayu pagi, sejauh mentari menyinari
di sini, aku dan embun menunggumu..
pergilah, sejauh yang kau ingin
dan biarkanlah kangen ini yang akan membawamu pulang kembali
Tuesday, January 29, 2008
tentang sahabat: brown gorilla
30 menit, kita disini, tanpa suara
dan aku resah, harus menunggu lama, kata darimu…
mungkin butuh kursus, merangkai kata, untuk bicara
dan aku benci, harus jujur padamu, tentang semua ini
jam dinding pun tertawa, kar’na ku hanya diam, dan membisu
ingin kumaki, diriku sendiri, yang tak berkutik di depanmu
ada yang lain, di senyummu,
yang membuat lidahku, gugup tak bergerak
ada pelangi, di bola matamu,
dan memaksa diri, ‘tuk bilang…
aku sayang padamu
aku sayang padamu
mungkin sabtu nanti, ku ungkap semua, isi di hati
dan aku benci, harus jujur padamu, tentang semua ini
jam dinding pun tertawa, kar’na ku hanya diam, dan membisu
ingin kumaki, diriku sendiri, yang tak berkutik di depanmu
ada yang lain, di senyummu,
yang membuat lidahku, gugup tak bergerak
ada pelangi, di bola matamu,
seakan memaksa, dan terus memaksa
ada pelangi…. (pelangi di matamu, jamrud)
Pilihan yang ndak jelek-jelek amat toh? ”Sok romantis lu Qi,” celetuk teman di sebelah kubik, sambil nowel gemezz...[hihi..mau lagi dunk! Hahahaha].
Tapi apa lacur, memori tentang lagu ini memang bener-bener kejam. Jauh-jauh lebih kejam daripada ibukota dan ibu tiri. Ndak percaya? Bayangkan ini:
- Lelaki gempal, berkulit coklat tend to black, berpenampilan preman, suka bertelanjang dada (ssst....kalo doi gemez, sukanya nete’i, eh salah, salah..maksutnya ngeteki, hahaha).
- His favourit trouser: celana merah yang mleketet [hihihi...kebayang donk bo, tonjolannya itu lho!, hahaha].
- Fans berat Jamrud! Sampe-sampe Jamrud jadi OST waktu doi maen di Film Ojek Cinta Plano 99 (huahahaha).
- Paling jago maen game, sayangnya...kalo maen game paling rajin njerit-njerit ga jelas. Ini sangat mungkin karena saking ”mendarah daging”-nya Jamrud di hati sanubari doi, wakakaka.... Oh iya, sampeyan semua juga mesti melihat bagaimana ”garangnya” beliau ini ketika berdendang mengikuti suara Jamrud yang keluar dari Speker kelap-kelap ala lampu disko yang nongkrong manis di samping PC Ndut-nya, hehehe.
”Duh, tampangnya gahar dong? Galak dong?”
Hahaha, sampeyan salah kalo mikir kayak gitu. Justru disinilah harta karun yang beliaunya ini miliki. Tampangnya ga gahar sama sekali, nggemesin dan mirip pelawak Kadir!
”Huahahahaha...”
”Hush! Kenapa Lu Qi?”
”Ga jadi romantis! Hahahaha...”
”Kok?”
”Habisnya, malah jadi inget Gorila Coklat. Hahahaha”
”Gorila Coklat?????”
”Hahahahahahaha...”
Ps: (1) maaf kalo ucapan selamat menjadi bapaknya aneh begini, habisnya...ga kebayang sih, ente uda jadi bapak aja Ton! Selamat ya, semoga ente dan keluarga selalu dalam lindungan 4JJI. Amien.. (2). Miss U Man, kapan kita bisa kumpul2 lagi? Jadi lajang lagi? Just for one night lah, hahahaha...
tentang sahabat: how to defeat supergirl
(jangan berharap ada kisah heroik lengkap dengan batu krypton-nya ya...)
Saya lupa tepatnya, tapi kira-kira seminggu terakhir, jika ada waktu, saya sebisanya akan menyempatkan diri menengok teman saya. Hitung-hitung menjalin silaturrahim, meskipun kadar silaturrahimnya tipis banget. Maklumlah, Bandung jauh euy, (jadi) nengoknya (cukup) lewat blog (ajah).
Teman saya ini, perempuan lajang yang dari hari ke hari membuat nafsu iri saya bergelegak. Bagaimana tidak, dulu saya pikir dia itu ”cuma” smart, single, punya great job dan easy going. Eh lha kok ya, ternyata (!) jago nulis juga. Kisah kesehariannya dengan entengnya diceritakan dalam rangkaian kalimat yang ”DIA BANGET”.
Dia banget itu:
- Biasalah, lajanger, perempuan pula (!) (hehehe, mohon di sorry kalo maen gender) temanya ga jauh dari percintaan. Mulai dari: percintaan itu sendiri; pertemanan yang mengarah ke percintaan; persaudaraan yang penuh dengan percintaaan; kesedihan, ke-gregetan, kelucuan, tawa, blushing, dan sebagainya yang mengarah ke percintaan; dating yang mengarah ke percintaan; gombalan-gombalan yang ujung-ujungnya adalah percintaan juga; dan akhirnya berpuluh-puluh lagu bertema pungguk merindukan bulan yang menjadi soundtrack dalam sebuah kisah percintaan
- Tanpa EYD. Jadinya, sampeyan semua, para pembaca, akan menemukan dengan mudah emotion icons bertebaran di sana-sini. Pokokna bener-bener hebring karena ga takut disemprit polisi bahasa
- Ngalir ajah. Ini maksutna, ndak ada tedeng aling-aling, smooth, ringan, jadinya enak kalo dikunyah-kunyah :D
Very emotional (!) namun keseimbangan otaknya terjaga. Ini sekaligus menjadi contoh sahih bagaimana sebuah rumus psikologi (?), ”Perempuan itu mempunyai komposisi 90% hati dan 10% otak. Follow your heart beibeh coz heart never do wrong”, tidak berlaku untuknya! Hajar Bleh!!! :D
Nah, supergirl enough to?
Tapi Anda ndak usah khawatir, dia masih bisa ”dimiliki” kok (Ingat: Supergirl juga manusia). Nih, saya kasih bocoran supaya bisa mendapatkannya (minimal Anda dapat hotline numbernya lah :D) :
- Be Nice Boy. Ini hanya hipotesis aja, dia sudah cukup aneh, jadi ndak usah yang aneh-aneh. Lagipula ada rumus tidak resmi (karena yang ngerilis hanya saya :D ) : orang ”bengkok” itu cocoknya dengan orang ”lurus”. Nah Nice Boy pasti klop dengan Weird Girl :D
- Ajak ngobrol tentang nasi goreng, jus alpukat, dan sop iga (tentunya sambil ditraktir!)
- Relakan diri Anda jadi recycle bin-nya. Terima saja kalo tiba-tiba dia menelpon Anda jam 2 pagi, ngomong ngalor ngidul ga karuan
- Jangan suka berkata yang aneh-aneh, such as: ”Jeung, jalanan macan tutul, capung degh ike” karena dia sudah cukup aneh :D
Jangan pernah ngegombal karena pasti kalah kelas. Secara, dia sudah khatam Kamus Buaya Edisi Yang Diperbaharui. Ngga mempan coy! :P - Jangan pula pake bahasa melayu kuno, seperti: ”Duhai Puan, elok rembulan tak seelok senyuman Puan” Apalagi nyoba-nyoba nyanyi malaysie punya: ”Engkau bagai air yang jernih; Di dalam bekas yang berdebu; Zahirnya kotoran itu terlihat; Kesucian terlindung jua” Never do this! Sumpeh! Yang ada, Anda akan dikira TKI ilegal yang baru saja melarikan diri dari kejaran polis diraja malaysia
- Jangan bikin dia marah, SEYEEEM BO! (hih....!!!!)
And de mos importante: Jangan pernah (!!!) ngomongin mas-mas berdada bidang. Yang ada, dianya bakalan toleh kanan-kiri, nyuekin Anda, trus dengan dengus memburu berkata,”Mana-mana! Mana, masnya!” :D
Nah, jika sudah bisa ngelakuin yang tadi ituh, bolehlah Encik nyanyi ni:
suatu hari nanti
pastikan bercahaya
pintu akan terbuka
kita langkah bersama
di situ kita lihat
bersinarlah hakikat
debu jadi permata
hina jadi mulia
bukan khayalan yang aku berikan
tapi keyakinan yang nyata
kerana cinta lautan berapi
pasti akan kurenang jua (deru dalam debu, iklim)
Oh ya, jangan lupa dan jangan keasyikan. Apalagi berharap dia menyatakan perasaannya kepada Anda. Itu hil yang mustahal. Guys, kalian lah yang kudu’ mengutarakannya. Jika tidak nasib kalian akan seperti Superboy (dalam kisah Superboy and Supergirl, versi saya) berikut ini:
Superboy dah lama menaruh rasa ke Supergirl. Superboy pikir cinta tidak mesti harus dengan kata-kata. Sampai datangnya hujan meteor dari Planet Krypton, tetap tiada kata cinta. Akhirnya percintaan Superboy dan Supergirl tiada pernah terlaksana (hihihi, bener-bener dah, ini kalimat berima yang sungguh- sungguh amboi nian didengarnya :D )
Itu tadi yang di atas Plan A. Jika ndak berhasil, maka berikut adalah plan B-nya :
Tahu Film-nya John Cusack yang Say Anything?. Tahu kan adegan favorit di film tersebut? Yup! Angkat sebuah tape dan puterlah lagu ini (kenceng-kenceng, dan kalo perlu iringi dengan live performance Anda) di depan kamar kos-nya:
ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu
meski ku tunggu hingga ujung waktuku
dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya
dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja
tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya
dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejap saja (cinta dalam hati, ungu)
Dijamin (eh, ngga jamin dink :P) bakalan bikin hatinya lumer.
Jika tidak berhasil juga, wah berarti memang Anda harus menjalankan The Ultimate Plan: Rajin ke gym. Biar singset, berisi dan....berdada bidang (hih...! kebayang donk bo!). Terus, duh saya ndak bisa. Ndak kuku.... hahahahaha
Pokoknya, selamat berjuang lah. Ingat: Darah Itu Merah Jenderal! (hayah! Hahahahaha.....)
Sunday, January 27, 2008
27 in 27
Ya 4JJI semoga yang telah lalu tiada yang sia-sia..
Ya 4JJI semoga yang akan datang tidak untuk kusia-siakan
Amien...