Saturday, June 9, 2012
Euro Cup 2012
Wednesday, June 6, 2012
maukah kamu?
Monday, June 4, 2012
Khoirunnas Anfa’uhum Linnaas
Tuesday, May 15, 2012
dunia memiliki keterhubungan yang tidak terduga
Monday, May 14, 2012
LELAKIKU DAN PEREMPUANKU (2)
Tuesday, April 3, 2012
ngeri
Saya akan menuliskannya, sesingkat-singkatnya.
Asumsikan: jika rata-rata kenaikan minyak mentah Indonesia (ICP-Indonesian Crude Price) naik 15% dari asumsi APBN, pada enam bulan terakhir. Maka, BBM bersubsidi akan naik.
Asumsikan lagi: jika enam bulan itu jatuh pada Bulan Juni. Maka, kenaikan BBM bersubsidi akan dieksekusi pada Bulan Juli.
Tahukah Anda, jika Bulan Juli-Agustus 2012 ada Ramadhan dan Idul Fitri?
Pengalaman empiris menunjukkan bahwa memasuki Ramadhan dan Idul Fitri harga barang-barang selalu naik.
Tahukah Anda (lagi), jika saat ini pun, akibat ribut-ribut rencana kenaikan BBM bersubsidi –meskipun akhirnya ditunda-sudah menyebabkan harga barang-barang naik (duluan) ?
Pengalaman empiris menunjukkan bahwa harga yang sudah naik, susah sekali turunnya.
Maka, sepertinya saya tidak perlu menuliskannya secara panjang lebar seandainya terjadi intersection antara asumsi-asumsi diatas dalam bentuk kenyataan.
Ngeri(!)
Semoga ada empati untuk mereka, rakyat kecil yang berusaha dengan sepenuh hati dan tenaga. Semoga empati itu tidak diringkus oleh wacana dan kebijakan dari elite politik yang tidak produktif: nir-nurani dan (hanya untuk) pencitraan belaka.
Sunday, April 1, 2012
malu
Kebijaksanaan mengajarkan kepadaku bahwa amarah itu seperti bara api. Ia siap membakar, tak hanya orang lain, namun juga diri sendiri. Tidak akan ada yang diuntungkan.
”Ya Allah, berikanlah aku kesabaran. Jauhkan aku dari amarah ini,”. Malam ini, aku kembali menengadahkan tanganku pada-Nya, karena aku tahu: Allah Yang Maha Sabar selalu menyiapkan dirinya untuk menerima jiwa-jiwa yang dilanda amarah.
Aku malu. Kebijaksanaan mengajarkanku dua hal tentang kesalahan. Kesalahan itu perlu dan boleh, namun dengan syarat. Pertama, itu adalah kesalahan baru. Kedua, kamu mengambil pelajaran dari kesalahan itu.
Aku lupa. Lalai. Amarah menguasaiku. Membawaku pada sebuah kesalahan. Kesalahan yang menjadikanku berada dalam derajat yang lebih rendah dari keledai. Karena keledai pun tak terantuk untuk yang kedua kalinya.
Aku melakukan kesalahan yang sama. (Sungguh) aku malu.