Mo nulis apa hayo???
...................(to be continued)*
Ps: * biar keren sih, biar disangkanya ada sambungannya, padahal ya emang segitu aja mampunya, hehehe
kretek kembar, simpang empat di kampung halaman. kretek kembar, simpang empat perjumpaan kita
14 Agustus 2007
Si Nduk datang lagi. Katanya, ”Aku rindu dengan senyum Mas”. Jadilah kutemani dia semalaman. Awalnya terpaksa, akhirnya, berubah. Aku tersadar, aku butuh si Nduk.
Si Nduk tertidur pulas di sampingku. Sesekali terdengar batuknya. Badannya ternyata tidak sekuat jiwanya. Malam ini hujan turun, rintik-rintik. ”Ah, wajahnya damai sekali,” batinku sambil membetulkan selimut. Aku beringsut, malam terlalu larut. Aku harus segera pulang, tidak enak. Ada banyak mata yang mengawasi. Ada banyak mulut yang akan mengguncingkan, jika aku terus menemaninya.
Di rumah, hujan reda. Aku yang kelelahan tak berdaya melawan kantuk. Kurebahkan tubuhku di atas kasur. Terlelap.
Jarum jam bergerak kencang. Pagi telah datang. Sentuhan lembut di kening membuat kesadaranku tersentak lebih cepat. Si Nduk datang lagi. ”Aku ingin melihat bunga-bunga bermekaran di pagi hari, dari jembatan kembar sebelah rumahmu Mas,” katanya masih dengan menyentuh keningku. Aku takbisa bersuara, hanya mengangguk pelan. Si Nduk tersenyum.
Di jembatan kembar, Si Nduk menggandeng tanganku, erat sekali. Entah darimana datangnya, pagi itu, meski untuk sesaat, jiwaku tenteram....
==
Mimpi yang aneh. Kucoba memutar ulang setiap detil adegan dalam mimpi, tapi, tetap saja, selalu terasa janggal, aneh.
Semalam hujan turun. Sedikit tidak biasa tatkala kemarau telah datang. Seorang teman menemaniku bercengkerama. Menjawab pertanyaan-pertanyaan ”gila” yang sebenarnya tidak jelas fiktif-tidaknya:
”Uncommon people!” ucapnya sambil tersenyum simpul. ”Ah, bilang saja Aneh,” sahutku singkat. Dia sering terbahak, cukup keras, hingga bahunya terguncang dan matanya membentuk garis.
(Lelaki yang aneh. Perempuan yang tidak kalah anehnya. Menghabiskan malam yang aneh pula!)
==
satu detik lalu
dua hati
terbang tinggi lihat indahnya dunia
membuat hati terbawa
dan bawaku kesana
dunia fatamorgana
termanja manja oleh rasa
dan kuterbawa terbang tinggi oleh suasana
dari sudut mata
jantung hati
mulai terjang bisik telinga
coba ingat semua
dan bangunkanlah aku
dari mimpi mimpiku
sesak aku disudut bayang
dan tersingkir dari dunia nyata
dan bangunkanlah aku
dari mimpi indahku
karena anganku berlari
dari rasa yang harus kubatasi
dan kau menawarkan
rasa cinta dalam hati
kutak tahu harus bagaimana untuk hal bermimpi
ataupun lantaran bedakan rasa dan suasana dalam
rangka sayang atau cinta yang sebenarnya
dan bangunkanlah aku
dari buta mataku
jangan pernah lepaskan aku
untuk tenggelam dalam mimpi mimpiku (sebenarnya cinta, Letto)
==
Percuma berbohong. Ada gejolak yang membuat jiwa tidak tentram. Fyuh....
Sudahlah, sudahi saja. Malam ini memang aneh sekali!
***
15 Agustus 2007
Malam yang tidak kalah aneh! Meski tanpa sop iga, perempuan aneh dan perbincangan yang aneh. Hanya hujan, itu pun cuman sebentar. Tapi tetap saja, malam yang (tidak kalah) aneh!
==
Si Nduk (lagi-lagi) datang lagi. Kali ini dia membawa sekeranjang gift: ”U’ re so lucky. U have everything: a job; a girl; a happy family; a life”
==
Kepalaku pusing, SAKI...T BANGET...! Bismika Allahumma Akhya Wa Bismika Amuut. Semoga ada matahari untukku esok pagi...
gimana? masih kurang juga? baiklah ini dia: (duh Tuhan, kebaikan ini masuk kategori amal yang bisa mbawa aku ngapling surga-Mu tidak ya? hehehe, ngarep!)
piye, puas ndak? ya ampun..belum jugak! duh, kalian berarti memang harus merenungkan ini:
dan, sebagai penutup (Ya Tuhan, kalo yang tadi meleset sebagai kebaikan, semoga yang ini tidak. boleh ya? amien...!)
keputusan saya untuk mem-posting ini pun benar adanya. bener begitu kan? :D
ps: buat tantenya aqila, tersenyum yukz! oh ya, kapan kau lamar aku? :D